February 9, 2023

SMAN 1 Ngluwar pada bulan Ramadhan 1443 H ini mengadakan serangkaian kegiatan Pesantren kilat yang diselenggarakan mulai hari Rabu, 25 April 2022 sampai hari Kamis, 28 April 2022. Namun ada terobosan baru untuk Pesantren tahun ini, yaitu diselenggarakannya Pesantren Literasi di sela-sela pesantren kilat. Pesantren Literasi dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 26-27 April 2022.

Kenapa Pesantren Literasi ?

Ada sebuah ungkapan menarik dari Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Menjadi siswa tidak serta merta harus berkutat pada belajar materi pelajaran belaka.
Ada hal lain yang harus didalami, dicoba dilatih dan diperjuangkan oleh seorang siswa, mumpung masih menjadi siswa, keaktifan seorang siswa dapat mengasah minimal satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa selain menyimak, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan harus memiliki ketrampilan menulis. Apa itu ketrampilan menulis ? Menulis adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang berpendidikan. Upaya untuk mewujudkannya pun harus dimulai semenjak dini. maka sebagaimana dituturkan oleh kepala Sekolah SMAN 1 Ngluwar, Ibu Beny Sukandari, M.Pd. BI bahwa Kemampuan Literasi dalam menulis buku menjadi salah satu unggulan yang dibidik oleh SMAN 1 Ngluwar. setelah di kesempatan yang dulu pernah mengerahkan 50 siswa dalam penulisan buku, di Pesantren Literasi ini terdapat 100 siswa yang menjalani pelatihan menulis dan mewujudkannya dalam bentuk buku.

Dengan tajuk ONE BOS – ONE BOOK ONE STUDENT Pelatihan yang diisi oleh dua pemateri kondang, Bp. Cucu Suryanto, S.E dan Drs. Setyo Budi, M.Pd diikuti oleh para siswa dengan sangat antusias.

Bp Cucu Suryanto, S.E menyemangati siswa dengan menampilkan buku hasil tulisan siswa-siswi SMAN 1 Ngluwar tahun lalu dan beragam buku tulisan para pelajar bahkan yang berasal dari dari jenjang sekolah dasar di berbagai daerah, menepis anggapan bahwa menulis itu sulit dan menakutkan. Demikian pula Drs. Setyo Budi, M.Pd menyajikan cara menemukan ide, menggali potensi menulis serta tips dan trik untuk sukses menulis buku, “Allahumma Pekso, Allahumma Kulino” tutur beliau saat menyemangati para siswa untuk menulis.

Lantas Bagaimana cara menumbuhkan minat menulis bagi siswa?

Ada tujuh cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis.
Berikut caranya :

1. Mulai dengan menumbuhkan kebiasaan membaca pada siswa.
Ini merupakan salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mendorong siswa menjadi lebih gemar menulis dan bisa menulis dengan baik.
2. Jangan batasi imajinasi siswa.
Saat siswa sudah mulai tertarik untuk membuat tulisan, jangan batasi tema tulisan yang ingin mereka buat.
Biarkan imajinasi mereka berkembang untuk kemudian disalurkan ke dalam tulisan. Baik itu mengenai superhero kesukaan mereka, cita-cita mereka, atau mungkin hal lainnya.
3. Fasilitasi siswa dengan media menulis.
Bapak/Ibu juga bisa menyediakan media komunikasi bagi siswa sekaligus sebagai sarana publikasi hasil tulisan mereka. Salah satunya bisa berupa mading, atau bahkan sekadar papan di kelas dengan tema yang berbeda-beda setiap bulannya. Media ini bisa menjadi tempat bagi siswa menyalurkan karya tulisan dan menjadi wadah aktualisasi bagi mereka. Jika dimanfaatkan dengan baik, media seperti ini dapat menumbuhkan minat siswa untuk menulis.
4. Hargai dan dukung selalu hasil tulisan siswa.
Dalam setiap tulisan yang siswa buat, tentu selalu ada hal yang dapat Bapak/Ibu puji. Walaupun masih ada hal-hal yang kurang sempurna, hargailah usaha mereka karena telah mau mencoba dan mencurahkan kemampuan mereka ke dalam tulisannya. Nilailah prosesnya dan jangan menilai hasilnya saja.
5. Tidak perlu mengajarkan terlalu banyak tata bahasa saat siswa baru mulai menulis.
Tata bahasa yang baik dan benar bersifat berkembang dan akan dikuasai anak sedikit demi sedikit. Jangan mengajarkan terlalu banyak tata bahasa yang rumit saat anak baru saja mulai belajar menulis.
6. Manfaatkan teknologi.
Saat ini kebanyakan siswa pasti lebih senang bermain dengan gadget.
Nah, hal ini dapat dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu Guru menjadi sesuatu yang positif, karena bermain gadget tidak selalu memberikan dampak negatif pada siswa. Banyak media sosial seperti google+, facebook notes, atau platform blog seperti wordpress dan blogspot yang bisa dengan mudah diakses melalui gadget.
7. Jangan menuntut siswa untuk menulis dengan sempurna.
Saat anak merasa tulisannya dituntut untuk sempurna, maka bisa saja ini akan menyingkirkan kreativitas atau bahkan kelumpuhan besar bagi mereka dalam menulis.
Menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Kemampuan menulis akan bermanfaat untuk setiap siswa di masa yang akan datang.

 

GALERI KEGIATAN

1 thought on “PESANTREN LITERASI SMAN 1 NGLUWAR

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial